Percetakan Kalender dan Isi dari Kalender

journal

Percetakan kalender di digital printing di Jakarta Barat tidak akan lepas dari metode penanggalan yang akan digunakan didalamnya. Oleh karena itulah perlu diketahui beberapa macam kalender yang digunakan di dunia khususnya di Indonesia.

Percetakan kalender di digital printing di Jakarta Barat tidak akan lepas dari metode penanggalan yang akan digunakan didalamnya. Oleh karena itulah perlu diketahui beberapa macam kalender yang digunakan di dunia khususnya di Indonesia.

Masehi

Kalender masehi merupakan kalender yang digunakan sebagai patokan di seluruh dunia saat ini. Bahkan mayoritas kalender yang dibuat saat ini berdasarkan perhitungan masehi. Bukan untuk mendiskriminasikan yang lainnya akan tetapi untuk mendapatkan perhitungan yang tepat di seluruh dunia. Pada kalender masehi terdapat 12 bulan, 7 hari, dan 24 jam.

Kalender masehi menggunakan patokan pergerakan dan pergeseran matahari sebagai tumpuannya. Perhitungan ini sudah diciptakan sejak zaman Yesus pada sebuah daerah bernama Nazaret. Karena pola perhitungan sudah ditetapkan dengan detail yang sedemikian rupa maka disepakati oleh sebagian besar penduduk dunia bahwa kalender masehilah yang digunakan untuk mengatur jadwal dan waktu.

Hijriah

Bagi penganut agama islam tentunya sudah tak asing dengan tahun ini karena memang perhitungan tahun ini dimulai sejak nabi Muhammad melakukan hijrah pertamanya ke kota Madinah. Di Indonesia sendiri tanggalan hijriah selalu menjadi pendamping setia dari kalender masehi sehingga tak jarang dalam satu kalender terdapat dua tahun yang dituliskan yakni tahun masehi dan tahun hijriah. Bahkan beberapa percetakan sudah mengetahui konsep yang digunakan pada percetakan kalender hijriah.

Tak berbeda jauh dengan masehi, dalam hijriah juga memiliki 12 bulan dalam satu tahunnya. Yang membedakan adalah pergantian harinya dimana dalam tanggal masehi pergantian hari berada pada jam 12 malam sedangkan pada hari hijriah perpindahan harinya ada pada jam 6 sore. Bagi umat islam penanggalan hijriah ini digunakan untuk menentukan tanggal yang berhubungan dengan prosesi ibadah semisal bulan ramadhan, idul fitri, dan ibadah penting lainnya.

Jawa

Berikutny ada penanggalan yang merupakan produk asli Indonesia yang menggabungkan tradisi islam, hindu, budha, dan kristen di pulau Jawa. Jika dilihat sekilas memang penanggalan Jawa lebih rumit dibandingkan dengan penanggalan sebelumnya. Kalender Jawa menggunakan dua siklus mingguan yang umumnya dikenal dengan nama pancawara. Siklus ini terdiri dari 5 hari pasaran yang terdiri dari pon, wage, legi, kliwon, dan pon. Pembentukan tanggalan ini disinyalir sebagai media penengah antara penanggalan saka dari umat hindu budha saat berada di Jawa dan juga tanggal hijriah yang dibawa oleh pendatang yang menganut agama islam. Sehingga kerajaan mataram membuat jalan tengah dengan menggunakan penanggalan Jawa ini. Konon penggalan Jawa sarat akan kekuatan mistis dan kepercayaan kuno.

Saka

Terakhir adalah kalender saka yang sering digunakan oleh umat hindu budha. Kalender ini merupakan gabungan antara penanggalan masehi dan hijriah yang dibawa oleh masyarakat India  sebagai pengaunut hindu terbesar di dunia. Saat ini kalender saka hanya digunakan di beberapa daerah khususnya yang memiliki basis agama hindu seperti di Bali. Kalender saka termasuk kedalam kalender yang paling sering dipesan dicerak oleh eprcetakan kalender.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *